Kamis, 10 Maret 2011

PA __ PO __ PT __dalam fis tumb. Apa sih??


Mekanisme difusi-osmosis dalam tumbuhan sangatlah penting dalam proses biokimia yang berlangsung dalam tubuhnya. Untuk hidup, tumbuhan perlu meyerap nutrisi dari dalam tanah dalam bentuk inorganik serta mengubahnya sebagai bahan organik dengan proses fotosintesis. Mekanisme osmosis bergantung pada % hal penting yakni Potensial Air (PA), Potensial Osmotik (PO), Potensial Tekanan (PT), Potensial Gravitasi (PG), dan Potensial Elektrik (PE). Dalam hal ini PG dan PE dianggap tidak berpengaruh karena memiliki nilai yang sangat kecil.
Potensial Air (Ψw, PA) adalah kemampuan air untuk melakukan pergerakan/perpindahan. Potensial Air (Yw, huruf psi Yunani, diucap “sy”). Air berpindah dari larutan dengan PA lebih tinggi ke larutan dengan PA rendah (PA diukur dengan satuan tekanan, dapat berupa Pa, atau biasanya kPa). PA berbicara tentang konsentrasi air dalam sistem terbuka.
Potensial Osmotik (Ψs, p, PO). Ini merupakan istilah yang sudah lama digunakan untuk menguraikan osmosis.  Potensial osmotik (PO) lebih menyatakan status larutan, dan status larutan dapat kita nyatakan dalam satuan konsentrasi, tekanan atau energi. PO air murni sama dengan 0 atm atau 0 bar. PO berbicara tentang STATUS LARUTAN.
Ψw   = Ψs + Ψp   (PA = PO + PT)
Dari persamaan di atas diketahui bahwa potensial air (PA) memiliki dua komponen utama, yaitu potensial osmotik (disebut juga potensial zat terlarut), yang terjadi karena adanya unsur zat terlarut, dan potensial tekanan (PT), timbul karena adanya tambahan tekanan dan sama dengan tekanan nyata di bagian sistem tertentu.
Perpindahan air dari larutan hipertonis (PA rendah) ke larutan hipotonis (PA tinggi) hanya mungkin terjadi apabila pada larutan yang hipertonis mendapat tambahan tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Tekanan yang diberikan atau yang timbul dalam sistem ini disebut potensial tekanan (PT) dan di dalam kehidupan tumbuhan potensial tekanan dapat timbul dalam bentuk tekanan turgor. Nilai potensial tekanan dapat negatif, nol atau positif.
*    Nilai potensial osmotik suatu larutan dapat dihtung dengan persamaan van’t Hoff:
(Ψs) =  - m i R T
            dimana  m = molalitas (mol/1000g); I = konstanta ionisasi (biasanya 1,0 untuk non elektrolit sedangkan elektrolit tergantung pada derajat dissosiasi); R = konstanta gas (0,0083 ltr Mpa/mol); dan T = temperatur (oK)
Apa Saja Yang Memiliki Status Larutan???
Status larutan berbicara tentang jumlah mol, jumlah ion atau partikelnya (molekul /ion), dan micelle.
Tekanan tidak akan mengubah status larutan oleh karena itu PO selalu negative.
Faktor-faktor yang mempengaruhi potensial osmotik
Meskipun potensial osmotik tidak dipengaruhi oleh tekanan, namun dari rumus van’t Hoff  seperti tertera di atas, diketahui bahwa nilai PO dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, yaitu:
a. Konsentrasi: Nilai PO akan menurun sehubungan dengan meningkatnya konsentrasi larutan. Artinya, semakin pekat konsentrasi suatu larutan maka kemampuan untuk melarutkan atau berpindahnya akan semakin menurun.
b.Ionisasi zat terlarut: Potensial osmotik suatu larutan tidak ditentukan oleh macamnya zat, tetapi ditentukan oleh jumlah partikel yang terdapat di dalam larutan tersebut. Partikel dapat berupa ion, molekul dan partikel kolid (micelle).
     Contoh:1. Larutan NaCl 1m (molal) derajat  disosiasi 100% (disosiasi sempurna),  maka jumlah partikelnya = 2
                       NaCL  à Na+  +   Cl-     (0 + 1 + 1 = 2)
                  2.  Larutan BaCl2  1m derajat disosiasi 80% (disosiasi tidak sempurna), maka   jumlah partikelnya =  2,6
                        BaCl2   à   Ba     +       2Cl-   (0,2 +  0,8  +  2x0,8 = 2,6)
c. Hidrasi molekul zat terlarut : air yang berasoasi dengan partikel zat terlarut,biasanya disebut sebagai air hidrasi. Dampak air hidrasi adalah larutan lebih pekat dari yang diperkirakan karena tidak semua molekul air berfungsi sebagai pelarut. Dengan demikian pengaruhnya terhadap konsentrasi larutan.
d. Temperatur : Potensial osmotik suatu larutan akan berkurang nilainya dengan naiknya suhu.  
•          Some principle describe above mattery :
•          Water moves spontaneously only from places of higher water potential to places of lower water potential
•          Between points of equal water potential, there is no net water movement
•          The zero point of the water potential scale is defined as the state of Pure Water (no solutes) at normal pressure and elevation where, Ψw = 0
•          Water potential values are always negative
–         for example, all plant cells contain solutes which will always lower the water potential
•          Ψw is increased by an increase in pressure potential (ΨP)
•          Ψw is decreased by addition of solutes which lowers the solute potential (ΨS )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar